Terapi Gratisan





Terapi Gratisan

Akhir-akhir ini baru sadar bahwa dengan berada ditengah-tengah hamparan sawah, mendengar daun padi yang bergesek kena angin, melihat  awan yang bergulung berusaha menutup deretan gunung itu terapi gratisan tapi mewvah!.

 



Tempat ini selalu saya kunjungi ketika ada kerabat yang baru berkunjung ke Salatiga atau sekedar jalan sore bersama teman-teman. Bukan karena kota kecil ini tidak memiliki tempat nongkrong, tapi menarik diri dari keramaian juga terasa penting.




Memang tempat ini hanya berisi hamparan sawah, sebatang pohon rindang, dan pulau kelapa kecil yang dikelilingi oleh perumahan warga tapi suasana yang saya rasakan ketika menyusuri sawah menuju pohon rindang itu melegakan.   

Menyusuri Sawah yang baru ditanam dibawah sinar Senja

Seperti setiap langkah saya tanpa komando melepas beban yang saya bawa ketika menuju kesini.

Di Salatiga tempat ini disebut sebagai pohon cinta. Katanya sih karena banyak pasangan yang suka datang ke sini (sekarang saingan sama para jones pemburu foto). Tempat ini lebih ramai saat sore hari, mungkin karena tempatnya lapang sehingga bisa melihat matahari terbenam dengan lebih leluasa.


 


Setelah beberapa kali berswafoto disini, suasana pohon cinta akan berbeda ketika musim tanam padi & panen padi. Akan berbeda juga pada saat musim hujan& musim kemarau. 







Kalau musim tanam padi, biasanya hamparan sawah tidak terlihat padat pada awalnya kemudian setelah beberapa waktu akan terlihat seperti hamparan karpet hijau yang kemudian menguning. Saat padi  menguning warnanya akan kontras dengan pohon yang berada ditengah-tengah sawah, ini pemandangan favorit saya. Selain itu kalau musim hujan, pohon cinta akan berdaun lebat sehingga lebih rindang. 

 
Akan berbanding terbalik saat musim kemarau, sawah cenderung terlihat lebih kering dan   daun pohon cinta akan berguguran. Terlepas dari musim, datanglah ke tempat ini waktu hari cerah dan sebelum matahari terbenam itu waktu terbaik untuk menikmati tempat ini.






Dalam kemajuan teknologi saat ini, alam tetap menjadi terapist terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

( Tidak Sengaja)

My turn

Kota Kenangan