( Tidak Sengaja)


Ketidaksengajaan terjadi secara tidak sengaja.
Ketidaksengajaan terjadi tanpa rencana.
(Kadang menyenangkan, Sering tidak)

 Saya mengalami ketidaksengajaan yang menyenangkan. Setelah mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, saya dipercayakan untuk menstudentpartner/ studentbody bagi mahasiswa asing yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di kampus saya.  Saya membantu BINREL UKSW untuk mahasiswa/i Jepang & Jerman, bersama dengan beberapa mahasiswa/i lain yang telah dipilih.
Makan siang bersama di Kantor

Belajar Membatik

 Tugas saya selama menjadi studentpartner adalah menemani mereka dalam masa orientasi/ pengenalan kota Salatiga dan kampus selama 2 minggu pertama mereka. Kemudian jika program yang mereka ambil adalah mengajar disekolah dan mendapat kendala dalam berinteraksi dengan murid maka sayapun akan bertugas sebagai penerjemah selama pelajaran berlangsung (kecuali wali kelas bersedia, tugas saya hanya mendampingi). 

 Diawali dengan pengenalan gedung fakultas, balairung utama, kafe, perpustakaan, Balai Bahasa tempat mereka belajar bahasa Indonesia, poliklinik kampus kemudian berlanjut ke pelajaran bagimana caranya naik angkutan kota (Angkot) dari rumah mereka ke kampus dan begitu juga ketika pulang. Pelajaran naik angkot terdiri dari Apa yang harus mereka katakan untuk berhenti (Kiri/ Stop), Bagaimana menyampaikan tujuan ke supir angkot (Saya Mau ke.../ Tolong antar saya ke...), berapa jumlah uang yang harus dibayar untuk angkot (Mahasiswa Rp 2.000, Umum Rp 3.000), termasuk jam operasi angkot ( dari subuh sampai jam 6 sore).

Selanjutnya memperkenalkan ke tempat makan yang dijamin bersih karena baru datang, pihak kantor tidak mau mengambil resiko mereka sakit perut jika mencoba jajanan kaki lima. Selain restoran/ kafe yang makanannya bersih juga kafe yang memiliki koneksi internet dan juga tersedia alkohol karena dikota ini tidak tersedia secara bebas. Selain tempat makan, walau diluar tugas utama saya  juga mengantarkan mereka ke hotel yang memiliki fasilitas gym& kolam renang, dan tempat SPA. Pada bagian ini, saya merasa kebiasaan suka jajan dan keluyuran itu benar" bermanfaat. Memiliki banyak teman, dan selalu nongkrong ditempat yang berbeda sangat mendukung kebiasaan saya yang suka coba-coba, coba makan di kafe a trus pindah ke b lalu pindah ke c (tentu dalam hari yang berbeda),  membandingkan rasa dari tiap  makanan dan pelayanan yang mereka buat. Karena kebiasaan itu referensi tempat makan saya pun jadi banyak.

Jika kinerja bagus dan pertemanan antar kamu dan mahasiswa asing sudah terjalin biasanya pihak kantor akan menjadikan kamu sebagai orang kepercayaan mereka yang akan mengawasi mahasiswa/i asing. Bukan sebagai mata-mata tetapi perpanjangan tangan kantor jika tiba-tiba mereka sakit dan orang kantor tidak bisa mengantar ke poliklinik maka kamu yang akan dihubungi untuk mengantar. Atau ketika fieldtrip kamu juga yang akan diminta menemani mereka agar suasana lebih santai.

Terlepas dari segala taggung jawab itu, saya menikmatinya. momen yang saya bagi bersama mereka buat saya merasa menjadi lebih baik. Jika kau bertanya tentang apa yang saya dapatkan selain teman baru dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris yang lebih baik, jawabannya adalah:
1. Saya belajar manajemen waktu.
Tentu akan berbeda perlakuan manajemen waktu antara orang Indonesia dan orang Jepang& Jerman. Saya berusaha untuktertib sesuai jadwal yang telah kami sepakati, jika saya terlambat maka saya akan memberi kabar sehingga mereka mengerti alasan saya terlambat.

2. Bagaimana dapat menyampaikan pendapat tanpa membuat mereka tersinggung atau kamu menjadi tidak nyaman karena keinginan mereka. (Istilahnya biar sama-sama enak )

3. Saya jadi terbiasa membuat agenda dalam 1 hari, dan agenda itu harus terlaksanan semua dengan baik. Hal ini membuat saya menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan waktu yang ada. Misalnya ketika sudah berjanji untuk makan siang bersama mereka, berarti saya bisa pilih apa yang bisa saya kerjakan sebelum makan siang dan apa yang bisa saya kerjakan setelah berpisah dari mereka. Hal ini sebelumnya tidak rutin saya kerjakan karena kesibukan saya hanya seputar kuliah, kumpul kelompok, rapat KBM.

4. Perlakukan mereka dengan baik dan tulus. Jangan karena mereka mahasiswa asing, maka diperlakukan spesial. Mesti ada kesetraaan antara teman lokal dan teman asing. Bukan menghindari kesan munafik, tapi dengan kita memperlakukan mereka sama seperti teman yang lain baik kamu ataupun mereka akan menikmati hubungan pertemanan itu karena semuanya terjalin apa adanya. Tapi tetap ingat poin" tertentu yang boleh dikatakan dan yang tidak boleh dikatakan. Misalnya kalau dengan teman dari Indonesia, kita boleh bilang " kamu gendutan yaaa" sementara untuk mereka kalimat ini haram hukumnya jika kamu belum dekat dengan mereka. 
Dikasih kesempatan coba pakai Yukata :)





Makan siang bareng. Full team!
Nongkrong di kantor :D


Dari semua aktivitas, yang disukai adalah karoke bersama! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My turn

Kota Kenangan