Perayaan 21 April
Berjuang melayakan diri untuk menjadi lebih baik. Itu alasan kenapa 21 April terus dirayakan. :)
21 April dirayakan sebagai Hari Kartini untuk menghormati pejuang emansipasi wanita Indonesia yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Menurut KBBI emansipasi diartikan sebagai pembebasan dari perbudakan, persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Lebih lanjut dijelaskan bahwa emansiapsi wanita adalah proses pelepasan diri wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang/maju.
Perjuangan itu sudah terbukti berhasil pada beberapa bagian Indonesia, tapi tak bisa diterapkan secara menyeluruh karena terhalang gengsi dari kaum pria yang tidak terima tersaingi oleh perempuan atau juga karena perempuan itu sendiri karena tidak percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki.
Terlepas dari bayang-bayang masa lampau yang menempatkan posisi perempuan dibarisan dapur tanpa mempedulikan hak mereka untuk mengaktualisasi diri dan juga beristirahat dari rutinitas dapur, penghormatan atas usaha Ibu Kartini tak boleh putus diberikan oleh kaum perempuan. Berkat beliau saat ini saya dan anda (para perempuan) dapat mengakses internet dengan leluasa, mengerti baca&tulis, mendapat ruang yang cukup untuk memberikan pendapat. Namun perlu diingat pada tempat yang berbeda, ada perempuan yang tidak bisa menikmati itu.
Dengan segala kemajuan yang ada saat ini, bagaimana jika perjuangan itu tetap berlanjut?
saat kau dapat membaca tulisan ini dengan santai, ada perempuan lain yang sedang duduk menatap tungku abu sambil sesaat meniupnya agar api tetap menyala tanpa memikirkan masa depannya selain menjaga dapur.
Saat kau dapat memperbaharui status facebookmu dengan kalimat biijak/ makian terbaik yang kau punya, ada perempuan yang ketakutan untuk mengutarakan isi pikirannya karena takut salah. Keadaan ini bukan hanya dialami mereka yang ada di kampung, tetapi mereka yang menikmati pendidikan terbaik namun tak tahu potensi yang mereka miliki.
Belum ada kesempatan untuk saya bercakap dengan Ibu Kartini ( :D ) , tetapi saya percaya perjuangan yang dilakukan oleh beliau hanya agar perempuan dapat percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka boleh tertahan dengan aktivitas di dapur, tetapi gagasan mereka tentang hidup, dan kemampuan mereka harus terus berkembang. Jika Putri Sejati adalah mereka yang berjuang untuk kesamaan, seharusnya tidak perlu ada "kegiatan saling menjatuhkan" tetapi saling mendukung.
Bagaimana cara saya dan kau berjuang? Jadilah pendukung yang baik bagi setiap perempuan. Jadikan rasa iri atas keberhasilan perempuan lain sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Berdiri berdampingan dengan para perempuan yang memiliki kemampuan terbaik itu sebuah kehormatan, tetapi menolong perempuan untuk menemukan diri mereka dan melihat mereka mekar dalam kemampuan yang mereka miliki itu kenikmatan tersendiri.
Setiap bunga tidak perlu menjelaskan betapa indahnya dia, biarkan dia menikmati usaha menyerap setiap unsur terbaik dalam tanah untuk mendukung pertumbuhanya lalu berikan kesempatan kepada waktu mengubahnya menjadi bunga yang indah. Tak perlu menjadi benalu, agar diakui kehadirannya. Setiap bunga punya kemampuan mencuri perhatian.
Selamat berjuang :)
Komentar
Posting Komentar