jika setelah membaca cerita ada rasa tersesat, itu berarti su taputar di cerita.
Tentang Kembali
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Tentang Kembali
Bagi saya mendaki bukanlah kegiatan yang menyenangkan karena
aktivitas mendaki telah saya lakukan selama pulang sekolah dari SD-SMA (mendaki
jalan menuju rumah :D).
Menari dengan latar Gunung Merbabu & Merapi
Tim Andong 1
Namun setelah kegiatan mendaki jadi booming, saya
mencoba bukan untuk ikut ramai tapi penasaran dengan apa yang dicari oleh
pendaki? Kenapa suka pergi ke gunung yang sama berulang-ulang?.
Pendakian
pertama saya ke gunung Andong, dengan beberapa teman yang hampir semua baru pertama kali naik gunung Andong (4.800 mdpl) dan ternyata sangat berkesan sehingga ketika diajak untuk
kembali ke Andong lagi saya masih bersedia, lalu kemudian berlanjut ke gunung
Prau (2.565 mdpl).
Tim Andong 2
Menyambut fajar di Gunung Prau
Apa yang saya temukan? Saya belum sempat bertanya kepada
para pendaki tentang alasan mereka untuk selalu kembali ke gunung, tapi
berdasarkan apa yang saya dapat selama mendaki saya rasa semua itu tentang
kembali.
Puncak Prau
Pemandangan dari Gunung Prau
Salah satu sudut Prau menyajikan Telaga Warna
Sebelum naik gunung, kami singgah di Basecamp pendakian yang dikelola oleh masyarakat setempat ini telah memiliki fasilitas parkir dan toilet umum, selain itu setiap pendaki akan di data saat berangkat dan pulang guna memastikan keselamatan tiap pendaki.
Mendaki gunung bukan tentang puncak, bukan juga tentang pemandangan
matahari terbit ataupun tentang sinar bulan purnama, bukan juga tentang foto
terbaik yang bisa diambil selama pendakian. Semuanya tentang kembali.
Dalam perjalanan ke puncak, saya kembali mengenal diri. Bagaimana
berusaha agar tidak jadi beban bagi tim, melawan keinginan menyerah, serta
berusaha menghilangkan keinginan bersungut-sungut. Setelah dipuncak, saya
kembali menyadari kuatnya semesta. Bayangkan,sudah dipuncak, berdiri diatas awan, berdampingan dengan angin, hujan,
abu dan kabut tapi tetap tunduk kepada matahari. Ketika perjalanan turun dari
puncak, saya tahu setiap anak tangga/ tanjakan yang sempat saya ambil itu tidak
pantas dikasih sikap menyerah.
Ketidaksengajaan terjadi secara tidak sengaja. Ketidaksengajaan terjadi tanpa rencana. (Kadang menyenangkan, Sering tidak) Saya mengalami ketidaksengajaan yang menyenangkan. Setelah mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, saya dipercayakan untuk men studentpartner/ studentbody bagi mahasiswa asing yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di kampus saya. Saya membantu BINREL UKSW untuk mahasiswa/i Jepang & Jerman, bersama dengan beberapa mahasiswa/i lain yang telah dipilih. Makan siang bersama di Kantor Belajar Membatik Tugas saya selama menjadi studentpartner adalah menemani mereka dalam masa orientasi/ pengenalan kota Salatiga dan kampus selama 2 minggu pertama mereka. Kemudian jika program yang mereka ambil adalah mengajar disekolah dan mendapat kendala dalam berinteraksi dengan murid maka sayapun akan bertugas sebagai penerjemah selama pelajaran berlangsung (kecuali wali kelas bersedia, tugas saya hanya mendampingi)....
From party to party, and now it's my farewell party. Di rumah rantau kami, ada kebiasaan untuk mengadakan perpisahan bagi yang akan kembali ke RUMAH. Awalnya kami menyebutnya Acara Perpisahan, lalu menjadi Farewell Party . Setelah beberapa tahun hidup bersama dalam satu rumah, sudah beberapa teman yang pulang ke RUMAH sehingga sudah beberapa farewell party yang melibatkan saya dan teman-teman untuk mempersiapkannya. Kami menyiapkan segala hal mulai dari susunan acara, ice breaking yang akan dimainkan, tema dekorasi beserta perlengkapannya, menu makan&minum, dan dresscode. Dengan catatan yang akan pulang tidak boleh terlibat dalam persiapan. Dan sekarang, teman-teman perlu mempersiapkan farewell party untuk saya. anggota kelompok bermain geng rempong, entah kerja/ masak kalau mereka bersama mesti rempongheboh. dia utusan terbaik untuk urusan mendadak. I always can count her in every circumstances Rangkaian acara...
Nyasar di cerita " Surabaya, Surabaya, oh Surabaya... Kota Kenangan, Kota Kenangan tak kan ku lupa..." Beberapa gambar untuk perjalanan kemarin, yang membuat kenangan demikian membekas. Tujuan awal perjalanan ini, adalah untuk memenuhi undangan pernikahan. Farewell with a plate of ice cream Sejenak menjajaki kota ini, mengujungi saksi yang sempat tenggelam lalu dimunculkan untuk bersaksi dalam diam: MUSEUM KAPAL SELAM Patung Sura& Baya dapat ditemukan dibeberapa titik. (Bukan yg asli) Skate & BMX park Lalu perjalanan berlanjut ke sisi lain halaman museum. Ada patung sura&baya di tepi sungai, yang menyatu dengan Skate&BMX park. dan semuanya menjadi kenangan yang membekas..................................................
Komentar
Posting Komentar