Tentang Kembali





Tentang Kembali

Bagi saya mendaki bukanlah kegiatan yang menyenangkan karena aktivitas mendaki telah saya lakukan selama pulang sekolah dari SD-SMA (mendaki jalan menuju rumah :D). 

Menari dengan latar Gunung Merbabu & Merapi


Tim Andong 1
Namun setelah kegiatan mendaki jadi booming, saya mencoba bukan untuk ikut ramai tapi penasaran dengan apa yang dicari oleh pendaki? Kenapa suka pergi ke gunung yang sama berulang-ulang?.









 Pendakian pertama saya ke gunung Andong, dengan beberapa teman yang hampir semua baru pertama kali naik gunung Andong (4.800 mdpl) dan ternyata sangat berkesan sehingga ketika diajak untuk kembali ke Andong lagi saya masih bersedia, lalu kemudian berlanjut ke gunung Prau (2.565 mdpl).


Tim Andong 2

Menyambut fajar di Gunung Prau





 Apa yang saya temukan? Saya belum sempat bertanya kepada para pendaki tentang alasan mereka untuk selalu kembali ke gunung, tapi berdasarkan apa yang saya dapat selama mendaki saya rasa semua itu tentang kembali.
Puncak Prau


Pemandangan dari Gunung Prau

Salah satu sudut Prau menyajikan Telaga Warna


Sebelum naik gunung, kami singgah di Basecamp pendakian yang dikelola oleh masyarakat setempat ini telah memiliki fasilitas parkir dan toilet umum, selain itu setiap pendaki akan di data saat berangkat dan pulang guna memastikan keselamatan tiap pendaki.










Mendaki gunung bukan tentang puncak, bukan juga tentang pemandangan matahari terbit ataupun tentang sinar bulan purnama, bukan juga tentang foto terbaik yang bisa diambil selama pendakian. Semuanya tentang kembali.

 












Dalam perjalanan ke puncak, saya kembali mengenal diri. Bagaimana berusaha agar tidak jadi beban bagi tim, melawan keinginan menyerah, serta berusaha menghilangkan keinginan bersungut-sungut. Setelah dipuncak, saya kembali menyadari kuatnya semesta. Bayangkan,  sudah dipuncak, berdiri diatas awan, berdampingan dengan angin, hujan, abu dan kabut tapi tetap tunduk kepada matahari. Ketika perjalanan turun dari puncak, saya tahu setiap anak tangga/ tanjakan yang sempat saya ambil itu tidak pantas dikasih sikap menyerah.
Puncak Andong


Turun dari Prau

Turun dari Andong


Komentar

Postingan populer dari blog ini

( Tidak Sengaja)

My turn

Kota Kenangan