Genggam Angin

Halo,
Pelukan hangat kepadamu yang telah jauh dari genggaman. :)
Yaaaah... benar ini sudah 3 bulan sejak pertarunganmu di ruang penuh mesin kehidupan itu berakhir. Tapi bayangan selama beberapa hari di rumah singgah bernama "rumah sakit" itu masih membekas.
Setiap bunyi mesin, percakapan dokter, tangisan & doa mama, kebingungan saya,
itu semua masih nyata di memori.

Saya tahu kamu tidak bisa membaca ini,
tapi tulisan ini menolong saya alih-alih mengeluarkan air mata.
Semoga tulisan ini bisa mewakili kerinduan & juga beberapa penyesalan yang tidak terucap.
Namun lebih daripada itu, sebenarnya hanya ingin duduk berdampingan dan bercerita tentang banyak hal yang terjadi selama kita tidak bertemu.

Keadaan menjadi semakin buruk, kadang-kadang kami menghadapi segalanya dengan gemetar.
Tapi lebih sering kami bisa melawan dengan tegar.
Bukan karena kami tegar, tapi keadaan memaksa kami tegar supaya kami siap untuk tantangan berikut.

Jika semula  doa yang diteriakan berupa protes kepada sang Khalik,
Sekarang rasanya lebih tepat jika berbisik memohon kekuatan untuk melalui badai ini.
Sekiranya badai ini akan berlangsung lama, kekuatan itu akan sangat membantu kami agar tidak ada lagi yang terlempar terbawa badai.
Dan senja pun lebih sering mengirimkan getir kala rindu ini memuncak


Komentar

Postingan populer dari blog ini

( Tidak Sengaja)

My turn

Kota Kenangan