RASA

26082017
Teruntuk kamu, yang menciptakan lalu membinasakan rasa.

Sejatinya RASA adalah milik pribadi,
namun hal memperjuangkan RASA adalah milik sejoli.
Jika dalam perjalanan rasa perlu diuji,
tentu bukan tentang RASA sendiri.

Semesta menyaksikan pertemuan di persimpangan pertama,
demikian juga perpisahan di persimpangan berikut.


Sesekali langit tidak bisa menjelaskan
tentang bagaimana matahari akan pulang.
Adakalanya diiringi langit jingga,
atau langit abu.

Perkara rasa tak ubahnya langit,
Menciptakan kesimpulan cerah dipagi hari,
Lalu berakhir kelabu di sore hari.

Senang rasanya menikmati ciptaan waktu
yang menjelma dalam wujud RASA.
Andaikata ini merupakan kesalahan,
biarlah sang pencipta yang membinasakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

( Tidak Sengaja)

My turn

Kota Kenangan