Sudah lewat

Kata mereka,
" kita tidak boleh menangis terus", " menangislah, lalu lanjutkan hidup", "yang kuat yaaah"
 
Menghadapi kehilangan tidak bisa sesederhana menyampaikan kata penghiburan. Bukan berarti hal tersebut salah,TIDAK. Tindakan itu menyadarkan kami bahwa ada yang peduli, sudah seharusnya kami tegar.

sudah 40 hari, tangisan histeris itu mulai reda tapi duka yang menyesakan itu tetap dan belum berkurang (entah kapan akan berkurang). Bukan berarti setiap berkat sang Khalik terabaikan dari pandangan kami. Tetap ada nyanyian syukur yang terdengar dari hati kami saat kasihNya terasa hangat menyapa dalam setiap hal. 
 
Namun saat ini rindu yang kami tanggung hanya bisa disampaikan dalam doa dan air mata. Tidak pernah terbayangkan bahwa kekosongan dapat menyesakan dada. Maka itu, kami berjanji akan melanjutkan mimpi dan cita-cita yang sudah semula ada namun jika suatu hari rasa rindu ini tidak dapat kami tangani dan tidak ada kata-kata yang keluar saat kami berdoa, ijinkan kami untuk menangis sehingga rindu ini terlepas.



 
SEMESTA kami



 Kami kehilangan tiang, tapi ada tangan- tangan yang tak selalu terlihat namun bersedia menopang kami. Terima kasih, tangan-tangan ini sangat berarti bagi kami. Semoga sang Khalik mengingat itu, dan memberkahi dengan segala kebaikan yang tak terhingga.

selamat 40 hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

( Tidak Sengaja)

My turn

Kota Kenangan